Senin, 10 April 2017

"Oboreru Knife" Review

Tahun ini aku menemukan josei manga yang menarik lagi. Kalo tahun lalu aku tergila-gila ama komik "& [And]" karya Okazaki Mari, tahun ini aku tergila-gila ama komik buatan George Asakura yang berjudul "Oboreru Knife"...........atau "Shattered Knife" kalo judul versi Indonesia. Sebetulnya komik ini udah lama terbit di Indonesia (sejak 2009), diterbitin ama Level Comic, tapi aku baru tau akhir-akhir ini gara-gara nemu komiknya di obralan Gramed. Daaaaan aku langsung baca yang nomor 9 (gara-gara yang dijual cuma nomor itu aja). Oh ya, status komik ini udah tamat (17 volume). Tapi kalo di scanlation masih on going sih, terakhir nongol baru sampai volume 11.

 
Cover nomor 9 nan indah (makanya langsung beli)

Sebetulnya cerita komik ini mirip-mirip ama cerita "Kodocha no Omocha" karya Miho Obana. Cerita tentang kehidupan pertemanan dan cinta yang dialami oleh seorang gadis SD berprofesi artis. Dan si ceweknya tuh pasti naksirnya ama cowok berandalan. Mungkin pasar emang seneng ama tipikal cerita yang kayak gitu. Dan mungkin alur cerita bisa berkembang lebih liar dengan karakter cowok yang berandalan, ketimbang ama cowok baik-baik. Kayaknya sih.

Lanjut ke cerita komik Oboreru Knife. Jadi, komik ini bercerita tentang seorang gadis SD bernama Natsume yang harus meninggalkan profesi model di Tokyo karena ikut orang tuanya pindah ke desa kampung halaman ayahnya. Natsume ga betah tinggal di desa, ingin balik ke Tokyo aja lanjutin profesi kesukaannya. Dia pun akhirnya kabur ke Tokyo. Waktu lagi cari jalan di tengah hutan, dia ketemu ama cowok sekelasnya bernama Kou. Dari awal ketemu ama Kou sebelumnya, Natsume bisa merasakan ada aura misterius nan sakral dalam diri Kou. Denger-denger Natsume mau pergi ke Tokyo, Kou pun akhirnya menemani Natsume (mungkin bermaksud menjaga Natsume). Itu awal mula benih-benih cinta tumbuh di antara mereka berdua. Sampai di chapter sekian, waktu mereka udah SMP, mereka jadian dan menjadi pasangan terpopuler di kalangan teman-temannya di desa. Meski akhirnya menetap di desa, Natsume pun tetap melanjutkan profesi modelnya. Nama Natsume menjadi tenar setelah dia meluncurkan photobook perdananya. Tapi, ketenaran itu justru memancing petaka.

Petaka ini membuat Natsume menjadi trauma setiap kali disentuh laki-laki, tak terkecuali Kou. Melihat reaksi Natsume kepada dirinya, dan dibayangi perasaan bersalah karena tidak bisa melindungi Natsume, akhirnya Kou memutuskan untuk pisah dari Natsume. Sejak saat itu, Kou jadi anak berandalan dan berpacaran dengan cewek yang lebih tua. Natsume merasa risih dengan sikap Kou. Tapi gak cuma Natsume, Ootomo (teman Kou sejak kecil) pun risih dengan perubahan sikap Kou. Karena merasa risih, keduanya ingin menolong Kou biar bisa balik lagi kayak waktu SD dulu (yang sebetulnya sama aja nakal, tapi lebih baik). Tapi usaha mereka sia-sia dan justru ngebuat Natsume makin sedih setiap ketemu Kou. Ootomo yang merasa kasihan pun akhirnya sering menghibur Natsume.

Berbeda dengan Kou yang terlihat bercahaya dan misterius di mata Natsume, Ootomo justru terlihat sangat berwarna dan ceria. Natsume selalu merasa tenang setiap kali ada Ootomo di dekatnya. Dan akhirnya.......... yaa mereka jadian. Menurutku pribadi, aku lebih suka ama Ootomo jadi yaa ga masalah kalo dari volume 6-14 lebih banyak nyeritain hubungan Natsume ama Ootomo (kalo liat di forum banyak yang kesel katanya terlalu kelamaan). Bahkan Ootomo lebih oke di mataku.

 
 Moments bersama Ootomo

TAPI!!!

Ternyata meski sudah bersama Ootomo, Natsume masih tidak bisa melupakan Kou. Dan Kou pun justru jadi sering deketin Natsume setelah jadian ama Ootomo. Natsume pun jadi sering ketemu ama Kou, dan bisa dibilang Natsume akhirnya mendua. Karena sudah sering ehem ehem ama Kou, Natsume pun merasa bersalah ama Ootomo dan minta putus. Kasian Ootomo.............. *pukpuk*

Setelah itu, aku jadi males baca Natsume dan Kou pun menjalani hubungan tanpa status. Dan di volume akhir-akhir, Natsume harus kembali berhadapan dengan traumanya di masa lalu. Kou pun mendapatkan kesempatan kedua untuk melindungi Natsume, dan untuk membuktikan bahwa dirinya sekarang sudah lebih baik dibandingkan dulu. Yaa intinya happy ending buat Natsume ama Kou sih. Sebetulnya aku merasa ending-nya agak terburu-buru dan tidak matang, tapi yaa sudahlah.

DAN TERNYATA

Tahun 2016 kemaren, komik ini dibikin live-action movie-nya. Beginilah trailer-nya:


diupload oleh GAGAIntl nan baik hati

Judul bahasa Inggrisnya "Drowning Love". Pemeran Natsume sama kayak pemeran utama di "Kinkyori Renai", Nana Komatsu. Tapi sebetulnya aku agak kecewa ama Kou dan Ootomo-nya. Yaa sudahlah ya.. tehehe 

Pengen nonton, tapi belum nemu web buat streamin-nya.................
 

Kamis, 09 Februari 2017

Gourmet Manga [Part 1]

Yak! Yak! Hari ini aku mau ngebahas seputar gourmet themes atau hal-hal yang bertema makanan~! Di postingan sebelumnya, aku udah ngebahas tentang gourmet drama. Nah sekarang, aku mau ngebahas tentang gourmet manga. Untuk bahasan yang sekarang, aku bakal tampilin gourmet manga khusus cewek yang terbit di Indonesia dan udah pernah aku baca dan menurutku terbaik.

1. Hopper & Yummy's Kitchen


Gourmet manga pertama yang aku baca. Bacanya di Nakayoshi sih, pas keluar tankobon-nya malah gak aku beli trus sekarang menyesal setengah mati. Ceritanya tentang cewek SD bernama Yummy yang lagi ngecengin cowok sekelasnya bernama Tsuyoshi yang doyan makan. Yummy ingin menarik hati Tsuyoshi, tapi dia ga bisa masak. Akhirnya dia nangis sambil meluk celemek ibunya yang udah meninggal, trus tiba-tiba muncul makhluk jadi-jadian bernama Hopper. Dengan bantuan makhluk ini, Yummy pun jadi pinter masak dan bisa menarik hati Tsuyoshi. Aku cuma baca sampe Tsuyoshi pergi ke Amerika sih. Cerita di masa SMP-nya belum pernah baca soalnya udah ga langganan Nakayoshi dan (bodohnya) ga beli tankobon padahal di tankobon-nya ada selipan resep-resep. Ceritanya sih yaa gitu, tapi gambar makanannya sederhana tapi oke juga (masih bisa bikin ngiler).

2. Hanamaru's Kitchen  


Komik ini pada masanya (tahun 2004 kalo ga salah) termasuk komik yang tebal. Waktu harga komik masih Rp 9.500, komik ini harganya Rp 15.000 (masih inget). Ceritanya tentang cewek SMP bernama Hana yang terobsesi ikut kontes masak Sasaki Aiko meski dia ga bisa masak. Tapi gara-gara udah terlanjur daftar, dia harus tetep ikut. Dengan partner bernama Yuuki, Hana pun perlahan menjadi mahir masak dan bisa menang kontes. Ceritanya sederhana, gambar makanan di dalam cerita pun gak banyak dan kurang menonjol. Tapi, yang jadi nilai plus dari komik ini adalah ada halaman berwarna sebanyak 14 halaman di awal-awal komik, isinya tentang resep. Trus ada 3 cerita tambahan masih seputar kehidupan masak memasak Hana dan selipan-selipan resep dengan ilustrasi yang imut.

3. Takoyaki Princess

 

Komik ini tadinya di-publish di Cherry per chapter. Trus aku ga mau mengulangi kesalahan jaman SMP, langsung aku beli tankobon-nya. Ceritanya tentang cewek SMP bernama Akari yang mewarisi toko takoyaki ayahnya di Tokyo. Tapi ternyata, banyak persaingan-persaingan yang harus ia hadapi agar toko takoyakinya bertahan! Dalam usaha mempertahankan martabat toko, Akari didampingi oleh teman masa kecilnya (cowok). Komik romance setengah lawak, jadi aku menikmati banget ngebacanya. ehehe

4. Komomo's Confiserie

 

Gourmet Manga era terkini. Ceritanya tentang cewek kaya bernama Komomo yang mendadak jatuh miskin gara-gara bisnis ayahnya gagal. Komomo yang tadinya dimanja dengan kehidupan yang mewah, harus beradaptasi dengan lingkungan barunya. Eh, ketemu ama mantan patissiere di masa kecilnya, Natsu. Melihat nona mudanya terpuruk dalam kemiskinan, Natsu pun mempekerjakan Komomo di confiserie (toko kue) miliknya. Dan cinta pun tumbuh di antara mereka berdua. Artwork-nya imut, kekinian banget. Gambar makanan terlihat indah karena sentuhan komikus yang mahir memakai screentone. Paling suka ama halaman pembahasan kue-kue yang pernah dimakan sang komikus.

5. Yumeiro Patissiere

  

Aku tau judul ini justru dari game dulu baru baca komiknya. Cerita komik ini tentang Ichigo, anak SMP biasa yang doyan makan kue. Suatu hari, dia dateng ke acara "Cake Fiesta" dan membuat seorang patissiere Perancis bernama Henri terkesan pada kepekaan rasa Ichigo. Akhirnya, Henri memberi beasiswa pada Ichigo untuk bersekolah di Saint Marie Academy (sekolah khusus pembuat kue). Di sekolah itu, Ichigo menjadi siswi paling bodoh dalam membuat kue karena yang dia bisa hanya menyicipi kue. Dibantu dengan para sweet princes, Ichigo maju ke grand prix bidang kue. Aneh juga, ga bisa bikin kue tiba-tiba maju ke grand prix. Baca komiknya di scanlation kesayangan atau beli komiknya di toko buku terdekat ya kalo penasaran. (males jelasin)

Nah, segitu dulu bahasan tentang gourmet manga yang terbit di Indonesia [part 1]. Nantikan bahasan tentang gourmet manga lainnya yang akan di-post suatu hari nanti~ :D

[To Be Continued]
*ending song**credits roll*

Gourmet Drama

Udah dari lama aku ingin nulis ini. Jadi, dari kecil aku suka banget ama hal-hal yang berbau makanan. Beli alat tulis juga pasti yang berbentuk/ bergambar makanan. Komik-komik di rak juga kebanyakan yang nyeritain makanan. Main game juga yang ada makanannya. Nah! Selama kuliah, aku nonton mulu serial drama yang bertema makanan. Jadi, sekarang aku bakal bahas judul-judul gourmet drama yang aku suka. Buat gourmet manga, anime, ama game bakal aku bahas di postingan-postingan selanjutnya~

1. Kodoku no Gurume


Kalo judul bahasa inggrisnya sih "Solitary Gourmet". Drama ini diadaptasi dari komik buatan Masayuki Qusumi dan Jiro Taniguchi dengan judul komik yang sama. Ceritanya tentang seorang pria paruh baya (entahlah, mungkin umurnya sekitar 40an) bernama Goro Inogashira yang doyan makan dan selalu merasa lapar setiap selesai bekerja. Aku ga tau pasti sih kerja dia apaan, kayaknya freelancer. Di komik, Goro merupakan orang yang bisa dibilang kalem, pendiam, dan yaa bisa dibilang ga ekspresif. Sedangkan di drama, yang diperankan oleh Yutaka Matsushige, Goro jadi sosok yang pendiam, kalem, dan sangat ekspresif waktu makan.


Walaupun merengut, itu ekspresi pertanda kalo makanannya enak lho. Ekspresi mukanya kayak yang menderita ya? Aku yakin ekspresi mukanya kayak gitu gara-gara makanan yang masih panas banget langsung dia masukin ke mulut. Seperti cerita-cerita bertema makanan lainnya, komentar tokoh tentang makanan lebay banget dan justru malah jadi lawakan. Dan drama slice of life ini sebetulnya penuh dengan lawakan, meski muka tokohnya kayak gitu. Drama ini udah tayang 5 seasons, masing-masing season ada 12 episode dengan durasi sekitar 30 menit per episode. Di tiap season juga ada satu episode spesial dengan durasi 1 jam.

2. Wakako-zake


Nah, yang ini tuh bisa dibilang Goro versi cewek. Drama ini juga adaptasi dari komik dan anime buatan Chie Shinkyu dengan judul yang sama. Drama ini menceritakan seorang mbak-mbak kantoran bernama Murasaki Wakako yang hobi minum alkohol didampingi dengan cemilan. Hampir sama kayak Kodoku no Gurume, drama ini juga di awal bakal ceritain keseharian Wakako trus diakhiri dengan Wakako puas udah makan dan minum. Karena tokohnya cewek, jadi gaya makannya pun gaya makan cantique. Nah gini nih ekspresi enak Wakako yang diperankan oleh Rina Takeda.


Sebetulnya yang versi anime ama komik, Wakako tuh bukan cewek yang feminin-feminin amat. Dan ekspresi puasnya abis minum tuh konyol banget. Jadi aku pribadi lebih suka Wakako-zake versi animenya dibandingkan versi drama.

3. Ekiben Hitoritabi


Ini gourmet drama pertama yang aku tonton. Waktu dulu aku nonton di Waku-Waku Japan, pas masih awal banget channel ini muncul. Waktu itu aku pikir ini acara travel report, eh ternyata drama. Seperti dua drama di atas, drama ini diadaptasi dari komik buatan Kan Sakurai dan Jun Hayase dengan judul yang sama. Drama ini menceritakan seorang pria bernama Nakahara Daisuke, seorang pecinta kereta, yang dapat hadiah ultah pernikahan dari istrinya berupa tiket kereta keliling Jepang. Karena cuma ada satu tiket (istrinya sibuk kerja), jadi Daisuke pergi sendirian. Dan selama perjalanan, dia bakal beli ekiben atau bento buat di kereta. Dan selama perjalanan juga, dia selalu ditemenin ama cewek yang berbeda-beda di tiap stasiunnya (kasian istrinya). Aku suka ama drama ini gara-gara bento-nya terlihat sangat menarik. Sayangnya drama ini belum bisa di-streaming di web manapun.

4. Let's Eat


Berbeda dari ketiga drama di atas yang notabene drama Jepang, drama yang satu ini adalah drama Korea. Alur cerita drama ini pun lebih kompleks dibandingkan drama Jepang yang fokus ke tema makanannya aja. Ceritanya tentang kehidupan seorang karyawati bernama Lee Soo-Kyung yang kesal dengan kehidupan setelah perceraiannya. Kenapa kesal? Karena dia dikelilingi tetangga menyebalkan dan rekan-rekan kantor dan bos yang menyebalkan juga. Setiap stress, Soo-Kyung pasti langsung makan, makan, dan makan. Begitu bertemu makanan, dia langsung lupa diri. Banyak konflik yang terjadi di antara tiap tokohnya yang menyebabkan drama ini kompleks. Memang, drama Korea ama Jepang tuh beda jauh dari segi cerita yang diangkat. Seperti drama Korea lainnya, drama ini bakal ngebuat kita penasaran dan menunggu-nunggu episode berikutnya. Drama ini terdiri dari 16 episode, masing-masing episode berdurasi 1 jam. Sebetulnya ada season 2-nya sih, tapi aku belum nonton.  

Nah segitu dulu bahasan tentang gourmet drama. Sebetulnya masih ada banyak lagi sih, tapi empat drama ini yang udah selesai aku tonton dan berkesan di hati. Kalo disuruh milih mana yang terbaik, aku bakal milih Kodoku no Gurume. ehehe